Richard Stallman, Pendiri GNU dan Gerakan Open Source

March 16, 2018

Richard Stallman, Pendiri GNU dan Gerakan Open Source

Tepat hari ini (16 Maret) 65 tahun yang lalu, salah seorang pria yang dikenal cukup kontroversial lahir. Ia adalah orang yang berteriak keras memperjuangkan kebebasan penggunaan software, Richard Stallman.

Ada banyak cerita-cerita menarik tentang pria kontroversial ini. Untuk ikut merayakan hari ini, kami ingin sedikit membahas tentangnya disini, mungkin sebagai sebuah hadiah kecil di hari ulang tahunnya.

Latar Belakang dan Pendidikan Richard Stallman

Richard Matthew Stallman lahir pada 16 Maret 1953 di Manhattan, New York, Amerika Serikat. Stallman lahir dari pasangan Alice Lippman dan Daniel Stallman. Ia besar dengan kondisi keluarga yang broken home, ayahnya memiliki kebiasaan mabuk dan mencaci maki ibu tirinya.

Kebenciannya kepada kedua orang tuanya ini membuatnya kemudian memanggil mereka sebagai “tyrants“, kondisi inilah yang kemudian diduga menjadi salah satu penyebab ia memiliki kepribadian yang kontroversial.

Stallman lahir dengan nama lengkap Richard Stallman. Nama tengahnya – Matthew – didapatkan karena kepintarannya dalam mata pelajaran Matematikan dan Fisika, dia selalu mandapatkan nilai “A” untuk kedua mata pelajaran tersebut saat di SMA.

Kepintarannya itu yang membuatnnya memanggil dirinya sendiri sebagai “Math You” yang ternyata penyebutannya malah terdengar seperti “Matthew”. Hingga akhirnya “Matthew” melekat menjadi nama tengahnya hingga saat ini.

Richard kuliah di Harvard University dengan mengambil jurusan Fisika, disana ia dikenal akan kehebatannya di kelas Math 55. Sebagai informasi, Math 55 adalah kelas di dua buah semester panjang yang dikenal sebagai “kelas matematika tersulit untuk tingkat sarjana yang ada di Amerika”.

Richard kemudian lulus dari Hardvard pada tahun 1974 di jurusan Fisika dengan predikat magna cum laude.

Selama kuliah, Richard juga bekerja sebagai staft di Laboratorium Artificial Intelligence milik MIT dan disana ia belajar mengenai pengembangan sistem operasi. Saat itu ia juga menjadi seorang anggota reguler untuk sebuah komunitas “hacker”.

Stallman sebenarnya juga sempat melanjutkan kuliah mengambil gelar doctorate di bidang Fisika selama satu tahun, namun kemudian ia meninggalkannya untuk fokus pada pemrogramannya di Lab AI milik MIT.

Saat bekerja sebagai asisten peneliti di bawah Gery Sussman, Stallman pernah mempublikasikan sebuah jurnal bersama dengan Gery Sussman pada tahun 1977 tentang AI truth maintenance system, yang disebut dengan dependency-directed backtracking.

Gerakan Free Software dan GNU

Richard Stallman

Richard Stallman

Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, terjadi kekecauan dengan penggunaan software dan komunitas “hacker” yang Stallman dirikan. Pada saat itu, perusahaan manufaktur perangkat keras berhenti membagikan source code dari software yang dijalankan pada perangkat mereka dan mulai menggunakan copyright untuk software tersebut.

Hal ini bertujuan agar software tersebut tidak digunakan pada komputer atau perangkat keras lawan bisnis atau kompetitor. Copyright ini membuat pembatasan terhadap pembagian, penyalinan dan pendistribusian ulang software.

Begitulah bagaimana software proprietary hadir sebelumnya, dan itu akhirnya membuat kemunculan sebuah hukum dan kebiasaan itu ternyata menyebar.

Stallman tidak setuju dengan ini, ia beranggapan bahwa para pengguna software harus memiliki kebebasan untuk berbagi software dengan lingkungannya dan memiliki hak akses penuh serta bisa membuat perubahan kepada software yang mereka gunakan tersebut.

Stallman melakukan penolakan atas hal tersebut kepada vendor yang pembuat proprietary software dan mengecap tindakan tersebut sebagai sebuah perbuatan yang anti sosial dan tidak beretika.

Seperti yang kita ketahui, dengan memberikan “kebebasan” pada pengguna untuk melakukan modifikasi dan pendistribusian ulang software, software-software tersebut bisa berkembang lebih cepat.

Namun Stallman beranggapan bahwa “kebebasan” adalah sebuah hal yang vital untuk para penguna dan masyarakat sebagai sebuah nilai moral, dan “kebebasan” itu bukan hanya sebagai sebuah alasan pragmatis seperti kemungkinan ia bisa berkembang lebih cepat tersebut.

Pada tahun 1984, Stallman mengundurkan diri dari MIT untuk bekerja secara full-time pada project GNU yang perencanaannya sudah ia umumkan pada September 1983 di beberapa mailing lists di ARPANET dan USENET.

Pada tahun 1985, Stallman mengeluarkan GNU Manifesto, yang merupakan motivasi utamanya untuk membuat sebuah sistem operasi gratis yang disebut dengan GNU, yang akan compatible dengan Unix, sehingga para pengguna Unix saat itu dapat dengan mudah berpindah untuk menggunakan GNU.

Gerakan Free Software dan Aktivisme Stallman

Segera setelahnya, dia memulai sebuah perusahaan non-profit yang diberi nama Free Software Foundation untuk menampung para programmer guna membuat free software dan menyedian keperluan secara resmi untuk gerakan free software yang ia bangun.

Stallman memperkenalkan sebuah konsep yang disebut copyleft, sebuah mekanisme legal untuk melindungi perubahan dan pendistribusian ulang secara benar untuk free software.

Stallman telah menulis banyak essai tentang kebebasan penggunaan software, dan telah membuat banyak pembicaraan dan kampanye politik untuk gerakan free software yang sudah dimulai sejak awal tahun 1990-an.

Beberapa pembicaraan yang sering ia bawa diberi judul ”The GNU Project and the Free Software Movement” dan “Copyright and Community in the Age of Computer Networks”.

Tidak sedikit yang tidak setuju dan melayangkan kritik kepada Stallman. Bahkan, Linus Torvalds yang bisa dibilang berada di satu jalan yang sama dengannya; dunia open source, juga pernah mengkritik Stallman tentang bagaimana caranya berpikir sebagai sebuah “pemikiran yang hitam-putih”.

Namun bagaimanapun, dibalik semua kontroversi yang – mungkin – ia miliki, Stallman lebih dari layak mendapat ucapan terima kasih dari kita atas hal-hal yang selama ini diperjuangkannya, dan juga ucapan selamat ulang tahun?

Selamat ulang tahun, Richard Stallman! Math You!

Related Post

Tinggalkan Komentar

Email kamu tidak akan dipublikasikan