Install dan Konfiigurasi NFS di Debian
Install dan Konfiigurasi NFS di Debian

Install dan Konfigurasi NFS (Network File System) di Debian 8



Pengertian dan Fungsi NFS (Network File System)

NFS (Network File System) adalah sebuah protokol berbagi file terdistribusi yang memungkinkan pengguna atau sebuah komputer client untuk mengakses sebuah  berkas file atau folder pada komputer server melalui media jaringan.

NFS pada umumnya berjalan menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas UDP dan membuka port UDP nomor 2049 untuk melakukan komunikasi antara client dan server.

NFS client akan mengimpor sistem berkas secara remote dari NFS server, sementara NFS server akan mengekspor sistem berkas lokal kepada client sehingga pengguna yang melakukan pengaksesan file pada komputer server seperti sedang mengakses file pada penyimpanan lokalnya sendiri.

Selain NFS, mungkin kamu juga mengenal sistem file sharing lainnya seperti SAMBA ataupun FTP Server. Namun berbeda dengan SAMBA yang bisa melalukan file sharing dengan sistem operasi Windows, NFS khusus untuk bisa berbagi file dengan komputer yang menggunakan sistem Unix, seperti Linux.

Install Network File System (NFS) di Debian 8

Selain paket utama NFS, NFS juga membutuhkan paket lain agar NFS dapat berjalan. Karena NFS berjalan menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC), maka NFS membutuhkan portmap untuk berjalan.

Sebelum mulai menginstall paket-paket yang dibutuhkan tersebut dan mulai melakukan konfigurasi NFS, pastikan terlebih dahulu kamu sudah menambahkan repository pada Debian kamu jika kamu melakukan instalasi melalui repository.

Atau jika kamu melakukan instalasi paket-paket tersebut secara offline menggunakan DVD, pastikan kamu sudah menambahkan DVD binary yang dibutuhkan untuk NFS pada Debian. Pada Debian 8.6, paket yang dibutuhkan untuk NFS terletak pada DVD binary 1.

Jika sudah, kemudian install paket-paket yang dibutuhkan dengan menggunakan perintah berikut:

# apt-get install nfs-kernel-server portmap nfs-common

Kemudian tekan Enter, jika keluar output yang menanyakan apakah kamu yakin ingin melakukan instalasi paket tersebut. Tunggu proses instalasi hingga selesai.


Konfigurasi NFS (Network File System) di Debian 8

Membuat Direktori atau Folder yang Akan Di-Sharing

Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi dan menentukan direktori atau letak folder pada komputer server tersebut yang akan dijadikan tempat penyimpanan file-file yang akan di-sharing.

Pada tutorial ini, saya akan membuat sebuah folder baru yang akan dijadikan folder tempat sharing file dengan nama “nfs” yang terletak pada direktori “home” dari user yang bernama “sudoway’’, sehingga struktur direktori dari folder yang akan di-sharing tersebut adalah seperti berikut “/home/sudoway/nfs”.

Kamu boleh membuat direktori berbeda sesuai dengan yang kamu inginkan. Namun jika kamu ingin lebih mudah melakukan konfigurasi dan mengikuti tutorial ini, kamu bisa membuat direktori file yang sama seperti pada tutorial ini.

Buat folder seperti yang sudah direncakan sebeumnya dengan menggunakan perintah mkdir seperti berikut:

# mkdir /home/sudoway/nfs

Jika sudah berhasil membuat folder atau direktori yang akan di-sharing, kemudian masuk ke direktori tersebut menggunakan perintah “cd” seperti berikut:

# cd /home/sudoway/nfs

Agar lebih mudah melihat apakah konfigurasi NFS sudah berhasil atau belum, buat beberapa folder sebagai isi dari direktori yang akan di-sharing tersebut seperti berikut:

# mkdir folder1 folder2 folder3



Konfigurasi Network File System (File Exports)

Konfigurasi utama dari NFS terdapat pada file “exports”, pada file tersebut kamu bisa melakukan konfigurasi NFS sesuai dengan yang kamu inginkan.

Buka file “exports” tersebut melalui text editor nano dengan menggunakan perintah  seperti berikut:

# nano /etc/exports

Kemudian setelah file konfigurasi tersebut terbuka, masukkan baris konfigurasi seperti berikut pada bagian paling bawah file konfigurasi:

/home/sudoway/nfs 192.168.1.0/24(rw,sync,no_root_squash,no_subtree_check)

Sesuaikan subnet network “192.168.1.0/24” dengan subnet network komputer client pada jaringan kamu yang ingin kamu izinkan untuk mengakses NFS server.

Jika kamu melakukan instalasi dan konfigurasi DHCP server dengan menggunakan tutorial ini, kamu bisa membiarkan settingan subnet network pada baris konfigurasi tersebut seperti tersebut.

Atau, jika kamu melakukan konfigurasi DHCP yang berbeda atau melakukan koneksi secara manual, silahkan sesuakan subnet network tersebut sesuai dengan subent network yang kamu gunakan.

Kemudian jika sudah, simpan konfigurasi tersebut dengan menekan kombinasi keyboard CTRL + O, kemudian tekan Enter. Untuk keluar dari file konfigurasi tersebut, tekan kombinasi keyboard CTRL + X, kemudian tekan Enter.

Sejauh ini, konfigurasi Network File System (NFS) pada server sudah selesai. Selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah melakukan pengaturan pada client-client yang ingin mengkases file sharing tersebut.

Namun sebelum melakukan konfigurasi NFS pada client dan melakukan pengujian, lakukan restart terlebih dahulu pada paket-paket berikut agar konfigurasi yang dilakukan sebelumnya dapat dimuat ulang dan dijalankan, dengan menggunakan perintah seperti berikut:

# /etc/init.d/nfs-kernel-server restart
# /etc/init.d/nfs-common restart

Pengujian dan Konfigurasi NFS (Network File System) Pada Client

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, NFS hanya dapat berbagi file sesama sistem Unix, pada tutorial ini komputer client juga menggunakan sistem operasi Linux, tepatnya  Debian, seperti komputer server.

Pastikan komputer client tersebut sudah terhubung dengan komputer server. Kamu dapat menghubungkan komputer server dan client tersebut secara manual, atau dengan melakukan instalasi DHCP server pada komputer server agar client dapat terhubung dengan otomatis.


Install NFS Client pada Komputer Client Debian

Agar dapat menerima file sharing dari NFS server yang berasal dari komputer server, komputer client juga harus terinstall paket “nfs-common” sebagai NFS client. Sama seperti pada komputer server, kamu dapat menginstall paket tersebut dengan menggunakan perintah seperti berikut:

# apt-get install nfs-common

Jika sudah terinstall, kemudian buat sebuah direktori pada komputer client sebagai tempat melakukan mount direktori dari NFS server dengan menggunakan perintah berikut:

# mkdir /mnt/nfs

Kamu bisa membuat direktori lain sesuai dengan yang kamu inginkan.

Kemudian mount direktori file yang di-sharing pada komputer server sebelumnya ke folder yang baru saja kamu buat pada client tersebut dengan menggunakan perintah seperti berikut:

# mount 192.168.1.1:/home/sudoway/nfs /mnt/nfs

Sesuaikan IP address “192.168.1.1” pada perintah tersebut dengan IP address yang kamu gunakan pada komputer server kamu, serta sesuaikan direktori-direktori tersebut sesuai dengan direktori yang kamu gunakan.

Jika sudah berhasil melakukan mount direktori sharing dari komputer server ke komputer client. Kemudian masuk ke direktori tempat mount file sharing dengan menggunakan perintah seperti berikut:

# cd /mnt/nfs

Kemudian jika sudah berhasil masuk ke direktori tersebut, lihat folder dan file yang ada pada direktori tersebut dengan menggunakan perintah seperti berikut:

# ls

Kemudian akan muncul file-file atau folder yang ada direktori tersebut.

Periksa apakah direktori tersebut sudah berhasil melakukan mount file sharing dari komputer server dengan melihat apakah pada direktori tersebut berisi folder yang kita buat sebelumnya seperti berikut:

Hasil Pengujian NFS
Hasil Pengujian NFS

Jika terdapat “folder1”, “folder2”, “folder3” atau nama folder sesuai yang sudah kamu buat sebelumnya pada komputer server, maka NFS sudah berhasil.

Sekarang kamu dapat melakukan sharing file dengan memasukkan file yang ingin kamu share pada direktori tersebut dan menggunakannnya secara berasama-sama.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here